Tuesday, August 14, 2018

Sistem HMS ITB

Sistem HMS ITB


Sebenarnya ini paradox
Aku bilang akar masalahnya dari BPA, ada yang bilang dari kadpas , ada yang bilang dari Swasta
1.    BPA kurang dapat menjalankan fungsi. Jikalau BPA menyruh BP untuk meminimalisir fungsi apadaya bahwa ternyata BPA sendiri yang gabisa menjalankan fungsi dengan baik.
2.    Komisi aspirasi dihapuskan dengan kewajiban menarik aspirasi bagi setiap anggota BPA
3.    Terkait perbaikan system serahkan kepada komisi perbaikan system dengn berbagai syrat
Seharusnya system HMS lebih ideal.
BPA -> BP -> Senator
Karena BP kebutuhannya berasal dari anggota, harusnya partisipasi bisa banyak ya ngga
Evaluasi dari BPA apa :
Senator apa :
BP apa:
Seharusnya HMS yang ideal adaalah HMS yang memiliki dan dimiliki oleh anggotanya, dan dekat satu sama lain terlepas dari asal-usul dan angkatannya. Saat semua anggotanya merasa sebagai satu kesatuan dan satu keluarga, yang Bangga akan identitasnya.
Anggota BPA saat itu adalah orang yang paling dekat dengan rekan2 se-angkatannya, sehingga jika orang2 memiliki saran dan keluhan tentan himpunan, tidak ada seorang pun yang sungkan bercerita kepada anggota BPA. Jika anggota BPA sedang memiliki waktu kosong di luar kesibukan akademik, mereka akan selalu mengajak ngobrol rekan2 seangkatannya yang mereka jumpai, untuk menyampaikan informasi maupun bertanya tetang semua isu yang ada. Ngobrol bisa dimana saja; di meja himpunan; di sela2 kegiatan bergosip; di kos teman saat belajar bareng, di SL saat waktu luang, di kantin, endaraan umum, main futsal, saat lari pagi, di mana saja, kapan saja. Andai DPR Indonesia seperti ini
Dan hal ini dimungkinkan karena semua anggota BPA tidak ada yang menjabat apapun saat program kerja BP. Murni sebagai pengawas dan berkonsentrasi pada pekerjaannya.
Kemauan semua anggota himpunan ditampung dan disampaikan BPA kepada sang Kahim, yang memang dekat dengan semua massa. Dikenal angkatan bawah sebagai figure yang tidak sombong dan mau berbagi nilai2 ;dicintai angkatan sendiri sebagai rekan yang dekat di hati dan selalu bisa mengajak teman2nya untuk bekerja Bersama, dan dihormati angkatan atas sebagai pemimpin muda yang terbuka terhadap saran dan kritik namun tetap tegas dan visioner
Antara Sang Kahim dan BPA tidak ada batasa formal; BPA berperan sebagai rekan sekerja Kahim. Nasihat2 yang diberikan tidak melulu formal; keluhan seorang anggota saja dapat langsung diberitakan BPA kepada Kahim, sehingga sang kahim tahu benar concern dari tiap2 anggota himpunannya yang berjumlah 500 orang itu, orang per orang.
Sang Kahim bekerja bersama2 timnya yaitu Badan Pengurus. Istilah Kadept pun bergeser perlahan digantikan koordiv; karena semua anggota divisnya ikut berperan. Ikut bekerja, dan ikut berpikir dalam menentukandan menjalankan proker2nya sehingga tugas sang Koordiv hanya me-manage ide2 dan pekerjaan anggotanya. Bukan lagi menjadi sumber tunggal, ide2 dan penentu tunggal kebijakan yang sering terjadi. Meskipun tanggung jawab atas departemen dipegang oleh sang Kadept, namun sang Kahim atau siapapun itu tidak perlu bertanya pada Koordiv jika ingin mengetahui progress departemennya. Cukup tanyakan kepada salah satu anggotanya, karena semua anggota mengenal departemennya sebaik Kadept.
Semua anggota himpunan selalu tahu segala perkembangan terkini tentang himpunan. Selain karena anggota2 BPA yang tiap  hari tidak kenal Lelah menyampaikan info2 kepada semua orang yang mereka temui, juga karena Departemen Medkominfo yang tiap hari rutin menerbitkan selebaran tentang isu apapun yang terkini di kelas2.
Acara2 rutin himpunan disambut baik oleh semua anggota. Semua mau berparitsipasi, semua mau memiliki.Form2 oprec kepanitian selalu terisi penuh, dan semua yang mengisi tidak hanya ikut2an namun sungguh ingin bekerja. Tidak ada Batasan angkatan. Anggota2 yang sudah tingkat 3 dan 4 ikut hadir di lapangan2 saat acara2 syukuran wisuda dan acara2 lainnya.
Karena banyaknya sumber daya anggota untuk kepanitiaan, tidak ada lagi orang yang terpakasa mengorbankan prestasi akademik untuk bekerja total di kepanitiaan sedangnkan ada teman yang enak2an belajar. Senua kegiatan di tiap departemen dan tiap acara dilakukan dengan pembagian kerja yang baik sehingga semua orang memiliki waktu belajar yang sama dan juwa waktu organisasi yang sama.
Dengan demikian presatasi akademik setiap anggota pun terjaga, apalagi departemen akademik rajin menggelar kegiatan belajar bareng, tidak hanya menjelang ujian. Dan kegiatan ini tidak membuat alergi orang2, karena dijalankan secara informal dan menyenangkan sama hanya seperti belajar bareng saja. Orang2 yang mengadakan response ini memang orang2 yang bisa menerangkan pelajarn dengan baik sehingga penjelasaannya mudah dan enak dimengerti. Tujuan kegiatan belajar Bersama ini tidak hanya untuk memperoleh nilai bagus, namun juga menumbuhkan minat dan pemahaman terhadap mata kuliah yang diajarkan dan aplikasinya.
Tumbuhnya minat terkait keilmuan, diiringi bagusnya prestasi akademik, membuat anggota himpunan tertarik untuk terjun langsung dalam aplikasi. Program2 keilmuan yang dimtori BSO kebanjiran pemniat. Sumber daya manusia yang luas membuat program2 nya beragam lingkupnya. Mulai dari skala local-nasional. Nama HMS pun jadi masyhur karena setiap anggotanya yang mengobrol dengan rekan2 mahasiswa dari jurusan lain, semua dapat menceritakan dengan baik, karena mereka sendiri yang terlibat di dalamnya.
Apalagi jika melihat acara2 HMS yang selalu ramai karena semua anggotanya terlibat. Setiap pertandingan Olaharga yang melibatkan HMS selalu dipenuhi penonton. Setiap himpunan yang akan tanding melawan HMS harus datang lebih dulu untuk menjaga tempat duduk, kalau tidak mereka akan melawan lautan jaket hijau berisi 2—an massa HMS yang sangat antusias mendukung timnya dagn yel2 khas yang pasti dikenali seluruh mahasiswa ITB karena begitu sering dan kerasanya dikumandangan, baik sat timnya menang atau kalah.
Makrab2 himpunan yang digelar setidaknya 2kali satu semester, sekalu ramai. Wisudawan – wisudawan HMS meninggalkan kampusnya dengan perasaan bangga karena diiringi oleh 200an junior – juniornya yang mengarak mereka dari SABUGA menuju sekre HMS, tempat prosesi himpunan dimulai.
Himpunan pun mendapatkan beberapa tempat strategis seperti workshop dan SL berkat hubungan prodi dan himpunan yang begitu baik karena citra himpunan yang bersih dan professional. Ruangan baru ini digunakan dengan sebaik2nya oleh himpunan untuk berkegiatan. Dan untuk penjualan berbagai macam barang dari Danus dan Majalah dari Cremona yang segera menjadi mesin pencetak uang untuk HMS.
Divisi BRT segera saja menjadi salah satu departemen paling sibuk berhubung sekre himpunan yang harus dijaganya bertambah besar dan orang yang datang ke sana ratusan jumlahnya. Buku2 bacaan bertebaran untuk dibaca anggota yang sedang santai2 tiduran di Kasur sambil menonton televise atau minum2 kopi atau teh di kantin sekre. Semua barang2 lengkap, semua itu berkat keuntungan dari dana usaha yang besar, yang bahkan masih ada sisa untuk membantu rekan2 anggota himpunan yang kurang mampu. Dalam menangani sekre himpunan, untunglah BRT tidak kelabakan karena bersih2 himpunan yang diadakan sebulan sekali selalu dibantu oleh anggota2 lain yang banyak jumlahnya.
Sekre Himpunan menjadi pusat kekeluargaan anggota dan selalu ramai. Tpi kekeluargaan tidak  terbatas di sekre. Jika ada yang sakit atau kecelakaan, daam waktu 1x24 jam pasti telah terkumpul uang sumbangna yang cukup untuk biaya pengobatannya,, yang diserahkan langsung olehperwakilan himpunan yang dastang menjenguk. Tidak ada cerita yang kuliahnya keteteran karena masalah keuangan. Semua ditanggung himpunan lewat iuran Bersama yang dengan senang hti diberikan rekan2nya yang lebih mampu. Setiap hari sekre himpuanan selalu ramai karena yang berulang tahun hari itu pasti dikerjain dan dirayakan ukang tahunnya di sekre himpunan.
Segera saja HMS menjadi salah satu himpunan yang disegani di ITB. Apalgi divisi ekstern rutin mengadakan kajian strategis mengenai isu2 terkini kampusdan Indoesia, tak jarang mengundang anggota dari divisi lain, dan selalu diikuti sang Kahim. Hasil inilah yang disuarakan pada forum2 massa ITB, yang selalu mendapat aplaus dari mahasiswa2 lainnya karena kajiannya yang berbobot, mendalam, dan tepat sasaran. Isu2 tersebut selalu dikomunikasikan divisi Kominfo kepada semua anggota himpunan baik selabaran harian, mahalah bulanan, maupun media2 lainnya. BPA pun rajin memebrikan lewat obrolan2 informal keseharian. Semua anggota pun paham tentnag isu2 yang ada di kampu dan Indonesia,dan paham serta mendukung sikap himpunannya mengenai isu tersebut. Maka di forum2, omongan orang berjaket hijau tua selalu disimak dengan baik siapapun dia.
Hal ini sangat memeprmudah tugas Senator dalam menarik dan menyuarakan aspirasi; senator HMS adalah seorang yang dekat dengan semua kalangan di himpunan, dipercaya dan dicintai semua golongabm dipercaya dan dicintai semua golongan, bekerja secara total, dan mengabiskanwaktunya untuk memahmi suara himpunan sertamneyuarakannya dengan diplomatis dan mengena di kongers KM-ITB. Tugsnya menjadi jauh lebih mudah karena dia tidak pelru menggali untuk mendapatkan aspirasi anggota, aspirasi tersebut sudah bermunculan di atas tanah dan tinggal dikeruk saja.
Pendapat seanotr HMS selaku perwakilan himpuann yang maju puns elalu mendapat perhatian khusus ari himpunan2 lainnya. DItabah lagi berhasilnya penananamn nilai2 di atas telah membuat anggota HMS sadar apa artinya berKM-ITB. Seingga bnayak kader2 HMS aktif di kegiatan terpusat lainnya, nilai2 yang mereka dapat di HMS ditularkan kepada rekan2 mahasiswa sehingga kemahsiswaan ITB cepat atau lambatmenjadi kemahsiswaan yang kuat dan dekat dengan smeua mahsasiwanya, dan HMS memgegang peranan penting di dalam gerakan itu.
Start dimulai dari BPA Menjalankan fungsinya
Kahim yang baik
System BP dengan staff
Medkom menunjang dengan info2 proker himpunan
Akademik
Minat keilmuan -> BSO






Baca selengkapnya

Saturday, August 11, 2018

Renlap

Renlap


                                         


RENCANA PENGAMANAN OPERASI LONGMARCH KERETA API
DIKLATSAR MENWA MAHAWARMAN BATALYON I/ITB TAHUN 2013/2014

I.      UMUM
a.  Rencana pengamanan ini merupakan ketentuan dan peraturan yang berlaku untuk semua peserta latihan dan Staf Komando Latihan Pendidikan dan Latihan Dasar Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon I/ITB.
b.  Sifat rencana pengamanan ini terbatas dan hanya berlaku di daerah Operasi Long March Kereta Api (Stasiun Tagog Apu – Rajamandala- desa Cicadas).
c.  Para tamu dan undangan diharapkan menyesuaikan diri dengan rencana pengamanan ini.

II.     TUJUAN
Untuk mengamankan personel, materil dan kegiatan sebelum, saat dan sesudah Operasi Long March Kereta Api agar pelaksanaan berjalan aman, tertib dan lancar sesuai yang direncanakan serta menghindarkan kemungkinan terburuk dari semua kemungkinan buruk yang dapat terjadi selama kegiatan berlangsung.
III.   WAKTU DAN TEMPAT
1)  Waktu
Hari, tanggal   : Kamis, 9 Januari 2014
Pukul           : 04.00 – 16.00
2)  Tempat          : Stasiun Tagog Apu –Rajamandala- Desa Cicadas

IV.     RUANG LINGKUP
a.  Umum
b.  Tujuan
c.  Waktu dan Tempat
d.  Ruang Lingkup
e.  Sarana Pengamanan
f.  Prosedur Pengamanan
g.  Pihak Terkait Pengamanan
h.  Prosedur Pengubahan Rencana Pengamanan
i.  Lain-lain
j.  Lampiran

V.      SARANA PENGAMANAN
a.  Komando Latihan
b.  Bintara Kesehatan dan Perwira Kesehatan
c.  Ambulans beserta perlengkapan P3K
-          Ambulans      : 1 unit
-          P3K          : 3  set ( Ur.Kes dan KesMil)
-          Tandu        : 4 buah
-          Motor        : 2 unit

d.  Sarana dan Prasarana Kesehatan sekitar daerah operasi
No
Nama Fasilitas
Alamat
No Telepon
Waktu Operasional
Kelengkapan
1
2
3
4
5
6
1
Klinik Nafla Medika
Jalan Rajamandala no.662
(022) 6903171
Dokter umum
2
Klinik Bakti Indonesia Power
Jalan Rajamandala (pertigaan jatiluhur)
(022) 6900456
Senin-Sabtu
08.00-16.00

3
Puskesmas Rajamandala
Jalan Raya Rajamandala
(022) 1146900790
24 jam
Setiap hari
Pertolongan pertama, penyakit rigan, UGD, IGD, rawat inap, rawat jalan
4
Puskesmas Tagog Apu
Jalan Raya Purwakarta no. 428

Senin-Sabtu
08.00-16.00
Pertolongan penyakit biasa (ringan)
5
Klinik Citra Insan Husada
Jalan Rajamandala Kulon

24 jam
Setiap hari
Rawat inap. Pengobatan umum

e.  Perlengkapan safety latihan
-           Tali webbing untuk senjata siswi   : 3 buah
-           Pisau untuk pelatih                :15 buah
-           Tandu                              : 4 buah
f.  Masyarakat Desa Tagog Apu, Desa Rajamandala Kulon, Desa Cicadas dan sekitarnya.

VI.     PROSEDUR PENGAMANAN
a.  Prosedur Pengamanan Penyelenggaraan Latihan
1.       Sebelum Latihan
a)  Menyelesaikan administrasi operasi menyangkut surat-menyurat dan perizinan pemakaian tempat operasi
b)  Menyelesaikan administrasi operasi berkaitan dengan surat pemberitahuan operasi
c)  Koordinasi dengan pihak-pihak keamanan daerahterkait operasi, yang meliputi :
·         Polsek Cipatat
·         Polsek Padalarang
·         Koramil Cipatat
·         Koramil Padalarang
d)  Pengecekan personel, logistik, dan komponen lain pendukung operasi
e)  Pengamanan daerah operasi dari potensi bahaya sepeti kecelakaan, cidera, dan bahkan kematian yang terjadi saat operasi, serta pengamanan logistik dan materiil dari kerusakan maupun kehilangan dan segala sesuatu yang dapat mengganggu bahkan menggagalkan operasi yang berupa :
-          Mengurus perizinan daerah setempat
-          Menyediakan perlengkapan cadangan
f)  Melaksanakan briefing pada malam hari sebelum operasi bagi semua personil, diantaranya : pelatih pendamping, danton, danki, urusan kesehatan, urusan logistik, provoost, dan sweeper
g)  Memenuhi standar keamanan operasi yang didasarkan pada,
-          Analisis Daerah Operasi
-          Penilaian Resiko Operasi berdasarkan RHA
-          Rencana Pengamanan

2.       Selama Latihan
a.  Pelaksanaan operasi sesuai dengan rencana lapangan yang mengacu pada rencana latihan
b.  Pembacaan dan penjelasan Surat Perintah Operasi kepada kompi latihan
c.  Pengecekan daya dukung personel, logistik, dan komponen pendukung latihan lainnya
d.  Koordinasi terhadap komponen pendukung latihan, seperti : Tim Evakuasi, Pawas/Bawas, Logistik, Maklat, dan Provoost
e.  Pengubahan Rencana Latihan sesuai dengan Prosedur Pengubahan Rencana Latihan
f.  Tata tertib

3.       Setelah Latihan
a)  Pengecekan kembali personil dan logistik serta daya dukung operasi
b)  Evaluasi
c)  Catatan selama operasi

b.  Prosedur Pengamanan Personel
               i.     Sebelum Latihan
a)  Pengecekan riwayat kesehatan siswa
b)  Pengecekan perlengkapan siswa, meliputi : veldples, senjata, tas T-45, dan helm siswa
c)  Pengecekan kebersihan siswa, seperti : kaos kaki dan sepatu
d)  Mengamankan barang-barang siswa yang dilarang untuk dibawa, seperti : peralatan berbahaya, alat komunikasi, serta peralatan lain yang dapat mengganggu dan membahayakan keberlangsungan operasi
e)  Briefing
f)  Memastikan kondisi medan operasi

             ii.     Selama Latihan
a)  Mengenakan perlengkapan yang lengkap bagi siswa maupun pelatih. Siswa : PDL lengkap, senjata, helm, tas T-45, veldples, sepatu dan kaos kaki, ponco. Komando latihan : PDL lengkap, sepatu dan kaos kaki, topi
b)  Pemberian tanda khusus berupa pita bagi siswa yang memilki riwayat penyakit tertentu
c)  Pengecekan kesehatan siswa dan pelatih oleh Kesehatan militer
d)  Melakukan evakuasi bagi siswa yang pingsan atau menunjukkan tanda-tanda sakit dan kelelahan, serta heatstroke
e)  Pengawasan dan perlakuan khusus bagi siswa yang memiliki riwayat penyakit tertentu
f)  Penempatan pelatih pendamping di samping kanan siswa, dengan setiap pelatih pendamping memegang 2 atau 3 siswa
g)  Istirahat di tempat yang telah ditentukan, namun jika kondisi pasukan tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan sebelum sampai ke titik istirahat, maka siswa dapat diistirahatkan disesuaikan dengan kondisi, namun sebelumnya danki berkoordinasi dengan dantim.
h)  Pengisian air minum pada  waktu dan tempat yang telah ditentukan
                               i.    Menjaga siswa agar selalu memperhatikan jalan
                             ii.    Menjaga fokus siswa (mengobrol dan/atau memotivasi) agar dapat melewati rute operasi dengan aman
                           iii.    Menempatkan pelatih pendamping di samping kanan siswa, dimana satu pelatih pendamping akan memegang 2 atau 3 orang siswa.
                             iv.    Menyediakan tempat untuk istirahat bagi pasukan
                               v.    Pengisian air minum dalam rentang dan tempat tertentu
                             vi.    Pengecekan kesehatan siswa
                           vii.    Menyiapkan peralatan medis, seperti : tas medik, kotak P3K, dan mobil evakuasi
                          viii.    Memastikan kebersihan siswa terjaga, seperti sepatu, baju, dan kaos kaki
                             ix.    Memastikan perlengkapan siswa seperti veldples, senjata, dan tas T-45 dalam keadaan lengkap
                               x.    Pengawasan penuh pelatih pendamping terhadap siswa yang didampingi
                             xi.    Mengingatkan dan menekankan kepada siswa untuk selalu menjaga perlengkapannya


           iii.     Setelah Latihan
Pengecekan kondisi dan jumlah personil

c.  Prosedur Pengamanan Logistik
1.  Sebelum Latihan
Pendataan dan pengecekan logistik operasi (terlampir)
2.  Selama Latihan
a.  Distribusi dan penggunaan logistik berada di bawah pengawasan Kasieloglat, berkoordinasi dengan Dankimalat
b.  Penempatan logistik pada daerah yang telah ditentukan dengan pengawasan oleh Dankimalat
c.  Penjagaan dan perawatan logistik
d.  Sweeper
e.  Pengawasan khusus terhadap logistik berbahaya seperti senjata, dengan :
-          Siswa tidak diperkanankan untuk bermain-main dengan senjata
-          Pengamanan senjata pada siswa yang dievakuasi
-          Pemberian tali webbing bagi senjata siswi
-          Peningkatan pengawasan pelatih pendamping terhadap siswa
3.  Setelah Latihan
Pendataan dan pengecekan kembali logistik operasi yang telah digunakan

d.  Prosedur Pengamanan Daerah Latihan
1.  Sebelum Latihan
a)  Tinjau medan operasi
b)  Pengumpulan keterangan mengenai medan operasi melalui survey daerah operasi
c)  Koordinasi dengan pihak-pihak keamanan terkait daerah operasi
d)  Koordinasi dengan pihak pengelola daerah operasi
e)  Pengecekan keamanan daerah operasi dari segala macam potensi bahaya 
f)  Minimalisir bahaya di medan operasi
g)  Penyelesaian administrasi terkait operasi
h)  Peyediaan pos komando taktis di daerah sekitar bivak siswa agar pelatih tetap dapat memantau siswa

2.  Selama Latihan
a)  Penempatan Dantim 100 meter di depan Danki untuk menyisir jalan bagian depan dan penentu pergerakan pasukan.
b)  Provoost ditempatkan pada bagian depan dan  belakang pasukan untuk menyisir jalan di bagian belakang, mengawasi dan menindak siswa atau pelatih yang tidak mematuhi tata tertib
c)  Pengamanan rute operasi dari berbagai ancaman bahaya
d)  Pengamanan daerah operasi dari pihak luar yang tidak terkait yang dapat mengganggu dan mengancam keberlangsungan operasi
e)  Penempatan wadantim pada jalur logistik dan evakuasi yang telah ditentukan.

3.  Setelah Latihan
a)  Pengecekan daerah operasi akibat kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan selama latihan
b)  Pengamanan ekses negatif yang berpotensi muncul setelah latihan

e.  Prosedur Penanganan Insiden
Insiden adalah segala kejadian yang berpotensi menyebabkan cidera atau kerusakan pada personil maupun materiil atau gangguan pada penyelenggaraan latihan.
Penanganan insiden meliputi :
1.Segera melakukan pengamanan terhadap personil/logistik yang berpotensi terkena insiden
2.Menghubuingi pihak-pihak yang dapat mendukung pengamanan dan penyelamatan (misalkan pendukung kesehatan, keamanan, dll)
3.Pengumpulan keterangan terhadap insiden yang pernah terjadi
4.Penyelesaian masalah yang timbul akibat insiden
5.Membuat laporan
6.Pihak-pihak yang mendapat laporan:
a.  Komandan pendidikan dan latihan dasar
b.  Komandan batalyon I/ITB
7.Penanganan insiden disesuaikan dengan keberjalanan latihan
8.Latihan tetap dilanjutkan sesuai dengan rencana awal jika insiden yang terjadi tidak berdampak buruk dan global terhadap operasi

f. Prosedur Penanganan Kecelakaan
Kecelakan adalah insiden yang menyebabkan terjadinya cidera atau kematian pada personil atau kerusakan pada logistik. Penanganan kecelakan meliputi :
1.Penanganan pada personil yang cidera atau logistik yang rusak
2.Koordinasi dengan pihak-pihak yang dapat membantu proses penanganan kecelakaan
3.Evakuasi terhadap personil yang terkena cidera berat atau kecelakaan melalui jalur evakuasi terdekat menuju fasilitas kesehatan terdekat
4.Pengumpulan keterangan mengenai kecelakaan yang pernah terjadi
5.Penyelesaian masalah yang muncul akibat kecelakaan yang terjadi
6.Laporan
7.Pihak-pihak yang mendapat laporan:
a. komandan pendidikan dan latihan dasar
b. komandan batalyon I/ITB
c. komandan pusat pendidikan
d. kepala lembaga kemahasiswaan
8.  Penanganan kecelakaan disesuaikan dengan keberjalanan latihan
9.  Latihan tetap dilanjutkan sesuai dengan rencana selama kecelakaan yang terjadi tidak berdampak buruk dan global terhadap operasi

g. Prosedur Penanganan Kondisi Khusus
1.Kematian
a. Koordinasi dengan pihak kesehatan terkait untuk mengidentifikasi penyebab kematian
b. Koordinasi dengan penanggung jawab latihan dan penanggung jawab korban
c. Pengumpulan arsip dan keterangan terkait penyebab kematian korban
d. Pembuktian kesesuaian pelaksanaan dengan prosedur yang telah dibuat
e. Laporan
f. Pihak-pihak yang mendapat laporan ;
·      Komandan pendidikandan latihan dasar
·      Komandan batalyon I/ITB
·      Komandan pusat pendidikan
·      Kepala lembaga kemahasiswaan
g. Pengamanan informasi kasus kematian dari pihak - pihak yang tidak terkait
h. Hal-hal lain yang bersifat administratif disesuaikan dengan penyelenggaraan latihan.

2.Bencana alam dan konflik
a. Koordinasi dengan komponen pendukung latihan guna memfasilitasi proses evakuasi.
b. Evakuasi dilakukan ketempat yang telah ditentukan, yaitu evakuasi langsung ketitik finish dengan menggunakan mobil evakuasi yang telah disediakan
c. Penanganan segera terhadap cidera pada personel dan kerusakan yang terjadi pada logistik
d. Jika diperlukan adanya penyesuaian latihan maka pengubahan rencana latihan dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan





NO
SASARAN PENGAMANAN
ANCAMAN/HAMBATAN/
KERAWANAN
TINDAKAN PENGAMANAN
TAKTIK & TEKNIK
PELAKS
ALAT
KET
1
2
3
4
5
6
7
8

1.    





Personil.

 .

·         Kecelakaan
·         Tersandung
·         Terjepit
·         Jatuh pingsan
·         Heatstroke
·         Kaki lecet
·         Dehidrasi
·         Kelelahan
·         Siswa terpisah dari barisan
·         Kematian
·         Cedera
·         Hujan saat operasi berlangsung
·         Siswa sakit saat operasi
·         Tertabrak saat menyebrang jalan
·         Tertimpa batuan dari tebing/gunung
·         Terjatuh ke jurang




·     Pelatih pendamping selalu mengawasi dan menjaga focus siswa
·     Siswa yang pingsan segera dipisahkan dari barisan dan dievakuasi.
·     Veldples siswa terisi penuh, saat istirahat minum yang cukup (minum siswa dibatasi)
·     Jika isi veldples habis, akan diisi ulang dengan mekanisme disesuaikan pada kondisi di lapangan.
·     Istirahat setiap menempuh jarak +/- 2km
·     Penyiraman sebelum istirahat (sekitar pukul 10.00)
·     kaos kaki dan sepatu siswa harus bersih dan kering, memakai minyak komando bila perlu.
·     Meninjau medan operasi sehari sebelum operasi dimulai,
·     Memakai ponco saat hujan
·     Pengecekan kesehatan setelah operasi
·     Memberikan pengawasan khusus terhadap siswa yang memiliki riwayat penyakit, diberi tanda berupa pita putih.
·  Pelatihpendampingselaluberada di sampingsiswa
·  Mobilevakuasiberada di titik yang telahditentukan.
·  Galonselaluterisidansiap di titik-titikataujalurlogistikdanevakuasi yang telahditentukan.
·  Melakukanpemanasansebelumpergerakandimulai
·  Pengecekankesehatanolehkesmil
·  Pelatihataudantimmembawa pisau dan kantong air.
·  Pelatihpendampingselalumemberikansemangatkepadasiswa
·  pemberian pita sebagaitandasiswayang memilikipenyakittertentu.

Komando latihan,

Ember, mobil evakuasi/ ambulance, gayung, galon, mobil logistik, perlengkapan cek kesehatan, senter, ponco, pita warna, P3K standard



2.








Materiil









·   Senjatasiswaterjatuh
·   helm siswaterjatuh
·   logistikuntuksiswadanpelatihterlambat
·   peralatandanperlengkapanuntukoperasikurang/rusak/hilang
·   veldplessiswahilang/terjatuh
·   siswa menyalahgunakan senjata

·     Helm siswa selalu dalam keadaan terkunci
·     Memberikan tali webbing untuk siswi
·     Pengecekan logistik satu hari sebelum operasi
·     Pengecekan logistik setelah operasi
·     Menyediakan veldples cadangan
·     pengawasan khusus dari pelatih pendamping dan hukuman bagi siswa yang melakukan pelanggaran

·   Mengingatkan siswa agar selalu mengunci helm dan tidak pernah melepas helm
·   Menyediakantali webbing
·   Menyediakanveldplescadangan
·   Menyediakan logistik cadangan


Tali webbing,


3.

Info.

Pam Kegiatan tempat/daerah latihan.

·  Suratizinhilang
·  Warga merasa terganggu
·     Selalumemastikansuratizinadadanmenyimpannyadenganbaik
·     Memberitahuwargasetempattentangkegiatan yang akandilakukan









VII.   PIHAK TERKAIT PENGAMANAN
a.  Penanggungjawab
                i.    Kasiepamlat dan Komando Latihan
              ii.    Urusan KesehatandanKesehatan militer

b.  Penanggungjawabpengamananmelaluipenanggungjawabharianberkoordinasidengan :
                i.    Pihakmiliter (PengawasMiliterdanKesehatanMiliter)
              ii.    Pengelola/penanggungjawabdaerahoperasi
            iii.    Wargasetempat
              iv.    Fasilitas pendukung kesehatan setempat
                v.    Pihak Kepolisian

VIII.   PROSEDUR PENGUBAHAN RENCANA PENGAMANAN
a.    Rencana pengamanan dapat berubah jika tercapai kondisi berikut :
                    i.      Perubahan kondisi di lapangan yang menimbulkan potensi bahaya baru
                  ii.Dibutuhkan pengambilan tindakan segera untuk alasan safety
                iii.Prosedur pengamanan dirasa tidak dapat menangani kasus yang terjadi
b.    Pengubahan rencana pengamanan dapat dilakukan oleh Kasie I/Pamlat dengan persetujuan komandan latihan.

IX.     LAIN-LAIN
Hal- hal lain yang belum tercantum dalam hal ini akan dikeluarkan kemudian sesuai dengan perkembangan baik lisan maupun tulisan.

Bandung, 21 Desember 2013

DibuatOleh,
KOMANDAN TIM,


ADITYA FIRMAN IHSAN
NBP. 1395.08.47111

DiperiksaOleh,
KASIEPAMLAT,


IAS AZHARY REZKYARNO T
NBP.1293.08.46244

Disetujui Oleh,
KOMANDAN LATIHAN,



KRISTIAWAN ARIWIBAWA
NBP. 1192.08.45294
 







    


Baca selengkapnya