RENCANA
PENGAMANAN OPERASI LONGMARCH KERETA API
DIKLATSAR
MENWA MAHAWARMAN BATALYON I/ITB TAHUN 2013/2014
I.
UMUM
a.
Rencana pengamanan ini merupakan ketentuan dan peraturan
yang berlaku untuk semua peserta latihan dan Staf Komando
Latihan Pendidikan dan Latihan Dasar Resimen Mahasiswa Mahawarman Batalyon
I/ITB.
b.
Sifat rencana pengamanan ini terbatas dan hanya berlaku
di daerah Operasi Long March Kereta Api
(Stasiun Tagog Apu – Rajamandala- desa Cicadas).
c.
Para tamu dan undangan diharapkan menyesuaikan diri dengan
rencana pengamanan ini.
II.
TUJUAN
Untuk
mengamankan personel, materil dan kegiatan sebelum, saat dan sesudah Operasi
Long March Kereta Api agar pelaksanaan berjalan aman, tertib dan lancar sesuai
yang direncanakan serta menghindarkan kemungkinan terburuk dari semua
kemungkinan buruk yang dapat terjadi selama kegiatan berlangsung.
III.
WAKTU DAN TEMPAT
1)
Waktu
Hari, tanggal : Kamis, 9 Januari 2014
Pukul : 04.00 – 16.00
2)
Tempat :
Stasiun Tagog Apu –Rajamandala- Desa Cicadas
IV.
RUANG LINGKUP
a.
Umum
b.
Tujuan
c.
Waktu dan Tempat
d.
Ruang Lingkup
e.
Sarana Pengamanan
f.
Prosedur Pengamanan
g.
Pihak Terkait Pengamanan
h.
Prosedur Pengubahan Rencana Pengamanan
i.
Lain-lain
j.
Lampiran
V.
SARANA PENGAMANAN
a.
Komando Latihan
b.
Bintara Kesehatan dan Perwira Kesehatan
c.
Ambulans beserta perlengkapan P3K
-
Ambulans : 1 unit
-
P3K : 3 set ( Ur.Kes dan KesMil)
-
Tandu : 4 buah
-
Motor : 2 unit
d. Sarana dan Prasarana
Kesehatan sekitar daerah operasi
|
No
|
Nama Fasilitas
|
Alamat
|
No Telepon
|
Waktu Operasional
|
Kelengkapan
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
|
1
|
Klinik
Nafla Medika
|
Jalan Rajamandala
no.662
|
(022) 6903171
|
Dokter umum
|
|
|
2
|
Klinik Bakti Indonesia
Power
|
Jalan Rajamandala
(pertigaan jatiluhur)
|
(022) 6900456
|
Senin-Sabtu
08.00-16.00
|
|
|
3
|
Puskesmas Rajamandala
|
Jalan
Raya Rajamandala
|
(022) 1146900790
|
24 jam
Setiap hari
|
Pertolongan
pertama, penyakit rigan, UGD, IGD,
rawat inap, rawat jalan
|
|
4
|
Puskesmas Tagog Apu
|
Jalan
Raya Purwakarta no. 428
|
|
Senin-Sabtu
08.00-16.00
|
Pertolongan penyakit biasa (ringan)
|
|
5
|
Klinik Citra Insan Husada
|
Jalan Rajamandala Kulon
|
|
24 jam
Setiap hari
|
Rawat
inap. Pengobatan umum
|
e. Perlengkapan
safety latihan
-
Tali webbing untuk senjata siswi : 3 buah
-
Pisau untuk pelatih :15 buah
-
Tandu : 4 buah
f. Masyarakat Desa Tagog Apu,
Desa Rajamandala Kulon, Desa Cicadas dan sekitarnya.
VI.
PROSEDUR PENGAMANAN
a.
Prosedur
Pengamanan Penyelenggaraan Latihan
1. Sebelum Latihan
a)
Menyelesaikan
administrasi operasi menyangkut surat-menyurat dan perizinan pemakaian tempat
operasi
b)
Menyelesaikan
administrasi operasi berkaitan dengan surat pemberitahuan operasi
c)
Koordinasi
dengan pihak-pihak keamanan daerahterkait operasi, yang meliputi :
·
Polsek Cipatat
·
Polsek
Padalarang
·
Koramil Cipatat
·
Koramil Padalarang
d)
Pengecekan
personel, logistik, dan komponen lain pendukung operasi
e)
Pengamanan
daerah operasi dari potensi bahaya sepeti kecelakaan, cidera, dan bahkan
kematian yang terjadi saat operasi, serta pengamanan logistik dan materiil dari
kerusakan maupun kehilangan dan segala sesuatu yang dapat mengganggu bahkan
menggagalkan operasi yang berupa :
-
Mengurus
perizinan daerah setempat
-
Menyediakan
perlengkapan cadangan
f)
Melaksanakan
briefing pada malam hari sebelum operasi bagi semua personil, diantaranya :
pelatih pendamping, danton, danki, urusan kesehatan, urusan logistik, provoost,
dan sweeper
g)
Memenuhi standar keamanan operasi yang didasarkan pada,
-
Analisis Daerah Operasi
-
Penilaian Resiko Operasi berdasarkan RHA
-
Rencana Pengamanan
2. Selama Latihan
a.
Pelaksanaan
operasi sesuai dengan rencana lapangan yang mengacu pada
rencana latihan
b.
Pembacaan dan penjelasan Surat Perintah Operasi kepada
kompi latihan
c.
Pengecekan daya dukung personel, logistik, dan komponen
pendukung latihan lainnya
d.
Koordinasi terhadap komponen
pendukung latihan, seperti : Tim
Evakuasi, Pawas/Bawas, Logistik, Maklat, dan Provoost
e.
Pengubahan Rencana Latihan sesuai dengan Prosedur Pengubahan
Rencana Latihan
f.
Tata tertib
3. Setelah Latihan
a)
Pengecekan kembali personil dan logistik serta daya dukung operasi
b)
Evaluasi
c)
Catatan selama
operasi
b.
Prosedur
Pengamanan Personel
i. Sebelum Latihan
a)
Pengecekan
riwayat kesehatan siswa
b)
Pengecekan
perlengkapan siswa, meliputi : veldples, senjata, tas T-45, dan helm siswa
c)
Pengecekan
kebersihan siswa, seperti : kaos kaki dan sepatu
d)
Mengamankan
barang-barang siswa yang dilarang untuk dibawa, seperti : peralatan berbahaya,
alat komunikasi, serta peralatan lain yang dapat mengganggu dan membahayakan
keberlangsungan operasi
e)
Briefing
f)
Memastikan
kondisi medan operasi
ii. Selama Latihan
a) Mengenakan perlengkapan yang lengkap bagi siswa maupun
pelatih. Siswa : PDL lengkap, senjata, helm, tas T-45, veldples, sepatu dan
kaos kaki, ponco. Komando latihan : PDL lengkap, sepatu dan kaos kaki, topi
b) Pemberian tanda khusus berupa pita bagi siswa yang
memilki riwayat penyakit tertentu
c) Pengecekan kesehatan siswa dan pelatih oleh Kesehatan militer
d) Melakukan evakuasi bagi siswa yang pingsan atau
menunjukkan tanda-tanda sakit dan kelelahan, serta heatstroke
e) Pengawasan dan perlakuan khusus bagi siswa yang memiliki
riwayat penyakit tertentu
f) Penempatan pelatih pendamping di samping kanan siswa,
dengan setiap pelatih pendamping memegang 2 atau 3 siswa
g) Istirahat di tempat yang telah ditentukan, namun jika
kondisi pasukan tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan sebelum sampai
ke titik istirahat, maka siswa dapat diistirahatkan disesuaikan dengan kondisi,
namun sebelumnya danki berkoordinasi dengan dantim.
h) Pengisian air minum pada waktu dan tempat yang telah ditentukan
i. Menjaga siswa agar selalu memperhatikan jalan
ii. Menjaga fokus siswa (mengobrol dan/atau memotivasi) agar
dapat melewati rute operasi dengan aman
iii. Menempatkan pelatih pendamping di samping kanan siswa,
dimana satu pelatih pendamping akan memegang 2 atau 3 orang siswa.
iv. Menyediakan tempat untuk istirahat bagi pasukan
v. Pengisian air minum dalam rentang dan tempat tertentu
vi. Pengecekan kesehatan siswa
vii. Menyiapkan peralatan medis, seperti : tas medik, kotak
P3K, dan mobil evakuasi
viii. Memastikan kebersihan siswa terjaga, seperti sepatu,
baju, dan kaos kaki
ix. Memastikan perlengkapan siswa seperti veldples, senjata,
dan tas T-45 dalam keadaan lengkap
x. Pengawasan penuh pelatih pendamping terhadap siswa yang
didampingi
xi. Mengingatkan dan menekankan kepada siswa untuk selalu
menjaga perlengkapannya
iii. Setelah Latihan
Pengecekan kondisi
dan jumlah personil
c. Prosedur Pengamanan Logistik
1. Sebelum Latihan
Pendataan dan
pengecekan logistik operasi (terlampir)
2. Selama Latihan
a. Distribusi dan penggunaan
logistik berada di bawah pengawasan Kasieloglat, berkoordinasi dengan Dankimalat
b. Penempatan logistik pada daerah
yang telah ditentukan dengan pengawasan oleh Dankimalat
c. Penjagaan dan perawatan
logistik
d. Sweeper
e. Pengawasan khusus terhadap
logistik berbahaya seperti senjata, dengan :
-
Siswa tidak diperkanankan untuk bermain-main dengan senjata
-
Pengamanan senjata pada siswa yang dievakuasi
-
Pemberian tali webbing bagi senjata siswi
-
Peningkatan pengawasan pelatih pendamping terhadap siswa
3. Setelah Latihan
Pendataan
dan pengecekan kembali logistik operasi yang telah digunakan
d. Prosedur Pengamanan Daerah
Latihan
1.
Sebelum Latihan
a) Tinjau medan operasi
b) Pengumpulan keterangan mengenai
medan operasi melalui survey daerah operasi
c) Koordinasi dengan pihak-pihak
keamanan terkait daerah operasi
d) Koordinasi dengan pihak
pengelola daerah operasi
e) Pengecekan keamanan daerah
operasi dari segala macam potensi bahaya
f) Minimalisir bahaya di medan
operasi
g) Penyelesaian administrasi
terkait operasi
h) Peyediaan pos komando taktis di
daerah sekitar bivak siswa agar pelatih tetap dapat memantau siswa
2. Selama Latihan
a)
Penempatan Dantim 100 meter di depan Danki untuk menyisir jalan bagian
depan dan penentu pergerakan pasukan.
b)
Provoost ditempatkan pada bagian depan dan belakang pasukan
untuk menyisir jalan di bagian belakang, mengawasi dan menindak siswa atau pelatih
yang tidak mematuhi tata tertib
c)
Pengamanan rute operasi dari berbagai ancaman bahaya
d)
Pengamanan daerah operasi dari pihak luar yang tidak terkait yang dapat
mengganggu dan mengancam keberlangsungan operasi
e)
Penempatan wadantim pada jalur logistik dan evakuasi yang telah
ditentukan.
3. Setelah Latihan
a)
Pengecekan daerah operasi akibat
kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan selama latihan
b)
Pengamanan ekses negatif yang berpotensi muncul setelah latihan
e.
Prosedur Penanganan Insiden
Insiden
adalah segala kejadian yang berpotensi menyebabkan cidera atau kerusakan pada
personil maupun materiil atau gangguan pada penyelenggaraan latihan.
Penanganan
insiden meliputi :
1.Segera melakukan pengamanan terhadap
personil/logistik yang berpotensi terkena insiden
2.Menghubuingi pihak-pihak yang dapat mendukung pengamanan dan
penyelamatan (misalkan pendukung kesehatan,
keamanan, dll)
3.Pengumpulan keterangan terhadap insiden yang pernah terjadi
4.Penyelesaian masalah yang timbul akibat insiden
5.Membuat laporan
6.Pihak-pihak yang mendapat laporan:
a.
Komandan pendidikan dan latihan dasar
b.
Komandan batalyon I/ITB
7.Penanganan
insiden disesuaikan dengan keberjalanan latihan
8.Latihan tetap dilanjutkan sesuai dengan rencana awal jika insiden yang
terjadi tidak berdampak buruk dan global terhadap operasi
f.
Prosedur Penanganan Kecelakaan
Kecelakan
adalah insiden yang menyebabkan terjadinya cidera atau kematian pada personil
atau kerusakan pada logistik. Penanganan kecelakan meliputi :
1.Penanganan pada personil yang cidera atau logistik yang rusak
2.Koordinasi dengan pihak-pihak yang
dapat membantu proses penanganan kecelakaan
3.Evakuasi terhadap personil yang terkena cidera berat atau kecelakaan melalui
jalur evakuasi terdekat menuju fasilitas kesehatan terdekat
4.Pengumpulan keterangan mengenai kecelakaan
yang pernah terjadi
5.Penyelesaian masalah yang muncul akibat kecelakaan yang terjadi
6.Laporan
7.Pihak-pihak yang mendapat laporan:
a. komandan
pendidikan dan latihan dasar
b. komandan
batalyon I/ITB
c. komandan
pusat pendidikan
d. kepala lembaga
kemahasiswaan
8.
Penanganan kecelakaan disesuaikan dengan keberjalanan latihan
9.
Latihan tetap
dilanjutkan sesuai dengan rencana selama kecelakaan yang terjadi tidak
berdampak buruk dan global terhadap operasi
g. Prosedur Penanganan
Kondisi Khusus
1.Kematian
a. Koordinasi dengan
pihak kesehatan terkait untuk mengidentifikasi penyebab kematian
b. Koordinasi dengan
penanggung jawab latihan dan penanggung jawab korban
c. Pengumpulan
arsip dan keterangan terkait penyebab kematian
korban
d. Pembuktian kesesuaian
pelaksanaan dengan prosedur yang telah dibuat
e. Laporan
f. Pihak-pihak
yang mendapat laporan ;
·
Komandan pendidikandan latihan dasar
·
Komandan batalyon I/ITB
·
Komandan pusat pendidikan
·
Kepala lembaga kemahasiswaan
g. Pengamanan informasi kasus kematian dari pihak -
pihak yang tidak terkait
h. Hal-hal
lain yang bersifat administratif disesuaikan dengan penyelenggaraan latihan.
2.Bencana alam dan konflik
a. Koordinasi dengan
komponen pendukung latihan guna memfasilitasi proses evakuasi.
b. Evakuasi dilakukan
ketempat yang telah ditentukan,
yaitu evakuasi langsung ketitik finish dengan menggunakan mobil evakuasi yang
telah disediakan
c. Penanganan segera
terhadap cidera pada personel dan kerusakan yang terjadi pada logistik
d. Jika diperlukan
adanya penyesuaian latihan maka pengubahan rencana latihan dilakukan sesuai dengan
prosedur yang telah ditetapkan
|
NO
|
SASARAN PENGAMANAN
|
ANCAMAN/HAMBATAN/
KERAWANAN
|
TINDAKAN PENGAMANAN
|
TAKTIK & TEKNIK
|
PELAKS
|
ALAT
|
KET
|
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
|
1.
|
Personil.
.
|
·
Kecelakaan
·
Tersandung
·
Terjepit
·
Jatuh pingsan
·
Heatstroke
·
Kaki lecet
·
Dehidrasi
·
Kelelahan
·
Siswa terpisah dari barisan
·
Kematian
·
Cedera
·
Hujan saat operasi
berlangsung
·
Siswa sakit saat operasi
·
Tertabrak saat menyebrang
jalan
·
Tertimpa batuan dari
tebing/gunung
·
Terjatuh ke jurang
|
·
Pelatih pendamping selalu mengawasi dan menjaga focus siswa
·
Siswa yang pingsan segera dipisahkan dari barisan dan dievakuasi.
·
Veldples siswa terisi penuh, saat istirahat minum yang cukup (minum
siswa dibatasi)
·
Jika isi veldples habis, akan diisi ulang dengan mekanisme disesuaikan
pada kondisi
di lapangan.
·
Istirahat setiap menempuh jarak +/- 2km
·
Penyiraman sebelum istirahat
(sekitar pukul 10.00)
·
kaos kaki dan sepatu siswa harus bersih dan kering, memakai minyak
komando bila perlu.
·
Meninjau medan operasi sehari sebelum operasi dimulai,
·
Memakai ponco saat hujan
·
Pengecekan kesehatan setelah operasi
·
Memberikan pengawasan khusus terhadap siswa yang memiliki riwayat
penyakit, diberi tanda berupa pita putih.
|
· Pelatihpendampingselaluberada
di sampingsiswa
· Mobilevakuasiberada di
titik yang telahditentukan.
· Galonselaluterisidansiap
di titik-titikataujalurlogistikdanevakuasi yang telahditentukan.
· Melakukanpemanasansebelumpergerakandimulai
· Pengecekankesehatanolehkesmil
· Pelatihataudantimmembawa pisau dan kantong air.
· Pelatihpendampingselalumemberikansemangatkepadasiswa
· pemberian pita
sebagaitandasiswayang memilikipenyakittertentu.
|
Komando latihan,
|
Ember, mobil evakuasi/ ambulance,
gayung, galon, mobil logistik, perlengkapan cek kesehatan, senter, ponco,
pita warna, P3K standard
|
|
|
2.
|
Materiil
|
·
Senjatasiswaterjatuh
·
helm siswaterjatuh
·
logistikuntuksiswadanpelatihterlambat
·
peralatandanperlengkapanuntukoperasikurang/rusak/hilang
·
veldplessiswahilang/terjatuh
·
siswa menyalahgunakan senjata
|
· Helm siswa selalu dalam keadaan terkunci
· Memberikan tali webbing untuk siswi
· Pengecekan logistik satu hari sebelum operasi
· Pengecekan logistik setelah operasi
· Menyediakan veldples cadangan
· pengawasan khusus dari pelatih pendamping dan hukuman bagi siswa yang
melakukan pelanggaran
|
· Mengingatkan siswa agar selalu mengunci helm dan tidak pernah melepas
helm
· Menyediakantali webbing
· Menyediakanveldplescadangan
· Menyediakan logistik cadangan
|
|
Tali
webbing,
|
|
|
3.
|
Info.
Pam Kegiatan
tempat/daerah latihan.
|
· Suratizinhilang
· Warga merasa terganggu
|
· Selalumemastikansuratizinadadanmenyimpannyadenganbaik
· Memberitahuwargasetempattentangkegiatan
yang akandilakukan
|
|
|
|
|
VII.
PIHAK TERKAIT PENGAMANAN
a.
Penanggungjawab
i. Kasiepamlat dan Komando Latihan
ii. Urusan KesehatandanKesehatan militer
b.
Penanggungjawabpengamananmelaluipenanggungjawabharianberkoordinasidengan
:
i. Pihakmiliter
(PengawasMiliterdanKesehatanMiliter)
ii. Pengelola/penanggungjawabdaerahoperasi
iii. Wargasetempat
iv. Fasilitas pendukung kesehatan setempat
v. Pihak Kepolisian
VIII.
PROSEDUR PENGUBAHAN RENCANA PENGAMANAN
a.
Rencana pengamanan dapat berubah jika tercapai kondisi
berikut :
i.
Perubahan kondisi di lapangan yang menimbulkan potensi
bahaya baru
ii.Dibutuhkan pengambilan tindakan segera untuk alasan
safety
iii.Prosedur pengamanan dirasa tidak dapat menangani
kasus yang terjadi
b.
Pengubahan rencana pengamanan dapat dilakukan oleh Kasie
I/Pamlat dengan persetujuan komandan latihan.
IX.
LAIN-LAIN
Hal- hal lain yang belum tercantum dalam hal ini akan dikeluarkan
kemudian sesuai dengan perkembangan baik lisan maupun tulisan.
Bandung, 21
Desember 2013
|
DibuatOleh,
KOMANDAN
TIM,
ADITYA
FIRMAN IHSAN
NBP. 1395.08.47111
|
|
DiperiksaOleh,
KASIEPAMLAT,
IAS
AZHARY REZKYARNO T
NBP.1293.08.46244
|
|
Disetujui
Oleh,
KOMANDAN
LATIHAN,
KRISTIAWAN
ARIWIBAWA
NBP.
1192.08.45294
|
Bagikan
Renlap
4/
5
Oleh
Anggi Renaldy


